Advokat, Paralegal dan Para Jawara Bang Japar akan menemani Sekjen Bang Japar saat di Panggil Polda Metro Jaya Selasa Besok

Advokat, Paralegal dan Para Jawara Bang Japar akan menemani Sekjen Bang Japar saat di Panggil Polda Metro Jaya Selasa Besok

 

Jakarta – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bang Japar hari ini resmi mendampingi Sekjen Bang Japar Ust. H. Eka Jaya yang akan di panggil Polda Metro Jaya Direktorat Reserse Kriminal Khusus perihal Klasifikasi nomor B/465/1/2018/Dit Reskrimsus tertanggal 22 Januari 2018.

Puluhan advokat dan Paralegal yang tergabung dalam LBH Bang Japar siap mendampingi Sekjen Bang Japar.

Bahkan para petinggi Ormas Bang Japar seperti Dewan Penasehat H. Aldwin Rahadian M, SH., M.AP ; Direktur LBH Bang Japar Djudju Purwantoro, SH.,MH.,CLA., CIL ; Wakil Direktur LBH Bang Japar Irfan Iskandar, SH ; Sekretaris LBH Bang Japar H. Samsudin Abdullah, SH dan jajarannya pengurus LBH Bang Japar terlihat akan hadir mendampingi.

Jajaran Markas Komando Pusat Bang Japar seperti Kadiv OKK Mustari Bintang Mangkauk, S.Fil, Kadiv Perlindungan Perempuan dan Anak Herlina, SH ; Kadiv Humas dan Media Muhammad Hamim, S.I.K dan Jajaran Komandan Wilayah Bang Japar seperti Ahmad Safi’i, SH (Danwil Jakarta Barat), Musa Marasabessy (Danwil Jakarta Timur), Jalilu (Danwil Jakarta Utara) dan Marhasan (Danwil Jakarta Selatan) akan hadir pula di Polda Metro.

Selain LBH Bang Japar, Pengurus Mako, Komwil sudah dipastikan Komcam dan Kohan Bang Japar serta seluruh keluarga besar Bang Japar diluar DKI Jakarta akan hadir di Polda. Jajaran Satgas Bang Japar pun akan mengamankan khusus panggilan tersebut.

Komandan Wilayah Bang Japar Jakarta Timur, Musa Marasabessy, membenarkan bahwa Eka Jaya bakal dimintai keterangan oleh penyidik Polda Metro Jaya. Menurut Musa, hal yang menyebabkan Eka Jaya dipanggil penyidik karena dia diduga melakukan tindak pidana pengancaman kepada Watimpres Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sidarto Danusubroto melalui pesan Whats up.

Pesan melalui Whats up yang dikirim Eka kepada Watimpres Sidarto itu pada 30 Oktober 2018 silam. Menurut Musa, Eka mengirim pesan kepada Watimpres Sidarto terkait acara bertajuk “Festival Pantun Betawi” yang digelar Kampung Pela Mampang, Jakarta Selatan, dan digagalkan oleh Polisi.

“Itu karena tidak diizinkan (acara Festival oleh polisi) orang-orang pada sms. Eka Jaya Sekjen Bang Japar Yang Juga Putra Kemang juga sms ke Pak Sidarto,” ujar Musa saat dihubungi, Sabtu (27/1/2018).

Musa juga menujukkan bukti SMS yang dikirim Eka Jaya kepada Watimpres Sidarto. Sidarto merupakan politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). SMS Eka Jaya kepada Watimpres Sidarto tersebut berbunyi.

“Assalamualaikum…. Pak Sidharto yg terhormat dan du muliakan…. Kenapa bapak tega membunuh kreasi anak-anak muda yg akan melestarikan budaya lokalnya yg hamper punah….? Dimana rasa nasionalisme baoak sebagai seorang yang di hormati dan terpandang….? Eka Jaya warga Bangka,” demikian bunyi SMS Eka Jaya kepada Watimpres Sidarto yang dikirimkan pada 28 Oktober 2017 lalu.

Lanjut Komandan Bang Japar Ini, Sidaharta sebagai seorang Watinpres seharusnya cukup dengan membalas WA Eka Jaya, karena pada dasarnya WA Eka Jaya Tersebut Hanya bertanya dari lubuk hati terhadap seorang pejabat negara, bukan dengan membalas dengan melaporkan ke Polisi, apakah Ini pantas dilakukan oleh seorang kepercayaan Presiden Jokowi.

Menurut Musa, Bang Japar sudah siap mendampingi Eka saat menjalani pemeriksaan penyidik Polda Metro Jaya. “Semua Bang Japar bakal turun, para Advokat dan Paralegal sudah menandatangani surat kuasa dan Selasa kami akan turun penuh” tutur Musa.

Musa melanjutkan, bahwa tidak ada konsekuensi hukum kalau Sekjen Bang Japar abaikan surat klarifikasi ini, karena hanyalah undangan biasa, akan tetapi demi menghormati Hukum maka diputuskan untuk menghadap Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Selasa 30 Januari 2018 Pukul 10.00 wib di Polda bersama Para Jawara, Pengacara, Paralegal, dan Aktivis Muslim lainnya.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply