Festival Ciliwung 2 meneguhkan Condet Destinasi Wisata, Senator DKI Jakarta Fahira Idris Ucapkan : Terima Kasih Bapak Gubernur Pergub No. 881 Tahun 2019 telah terbit

Festival Ciliwung 2 meneguhkan Condet Destinasi Wisata, Senator DKI Jakarta Fahira Idris Ucapkan : Terima Kasih Bapak Gubernur Pergub No. 881 Tahun 2019 telah terbit

Jakarta – Perayaan Festival Ciliwung 2 di Padepokan Ciliwung Condet (PCC), Jl Munggang, Gg H Mursali, Kelurahan Balekambang, Kramatjati Jakarta Timur ramai dihadiri warga DKI Jakarta sekaligus meneguhkan Condet Sebagai Destinasi Wisata di Festival Ciliwung 2.

Pada Peringatan hari Ciliwung & Pencanangan Percepatan, Penataan & Pengembangan Kawasan Condet sebagai Destinasi Wisata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Pergub No. 881 Tahun 2019.

Hadir dalam Festival Ciliwung 2 kali ini diantaranya, Dadang Solihin Deputi Pariwisatan dan Budaya Pemprov DKI Jakarta beserta ibu, M. Anwar Walikota Jakarta Timur, Anggota DPD RI Fahira Idris, Iwan Wardana Kasudin Parbud Jaktim, Eka Darmawan, Camat Kramat Jati, Mintarsih Lurah Balekambang, ada juga Tokoh Masyarakat Condet seperti Ketua Gerakan Ciliwung Bersih Feny Susanti, Bapak Iwan Setiawan dan Bapak Rosyid Ahmad, dari unsur Dewan Kota hadir Dani Taufik, Keluarga Besar Brigade Jawara Betawi 411, FORKABI, IPOSI, Padepokan Silat di DKI Jakarta, Bang Japar dan seluruh warga yang antusias akan Festival Ciliwung 2. Hadir juga Mayor Suhadi Koppasus dan para pengurus RW, RT, Polisi, TNI, serta Penggagas acara Ahmad Maulana atau Bang Lantur dari Padepokan Ciliwung, terlihat juga Sekum Bang Japar Mustari Mangkauk, Danwil Bang Japar Jakarta Timur Musa Marasabessy, Srikandi Bang Japar Jaktim, Bang Japar Se Jakarta Timur, terlihat juga Bang Japar se-DKI Jakarta.

Festival Ciliwung 2 yang mempertontonkan pentas seni budaya Betawi, seperti pertunjukan palang pintu, dan juga kegiatan ini diwarnai dengan melarung 10 perahu rakitan berisi pesan dan harapan agar warga menjaga kebersihan, tidak membuang sampah ke kali.

Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengatakan, komunitas masyarakat yang ada di sepanjang bantaran Ciliwung harus bersatu dalam mengajak dan menyadarkan masyarakat agar selalu menjaga kebersihan kali.

“Harapannya pesan yang dilarungkan dengan perahu rakitan itu bisa mengkampanyekan dan juga mengajak warga agar senantiasa menjaga serta merawat Ciliwung agar tetap bersih,” ujarnya, Sabtu (9/11).

Deputi Gubernur DKI Bidang Budaya dan Pariwisata Dadang Solihin mengatakan, pihaknya menyambut positif serta memberikan apresiasi dan berterima kasih pada panitia, Tokoh masyarakat, masyarakat sekitar, stakeholder sehingga Festival Ciliwung 2 ini berjalan dengan baik.

“Festival Ciliwung 2 ini mengingatkan kita untuk selalu menjaga Ciliwung agar bersih, aman, nyaman dan sehat,” tuturnya.

Dadang juga berharap, kegiatan ini bermanfaat bagi warga sekitar. “Mampu mengangkat potensi wisata air yang aman dan nyaman,” jelasnya.

Sementara Ketua Panitia Acara Ahmad Maulana mengucapkan terima kasih pada jajaran Pemprov DKI, Anggota DPD RI Ibu Fahira Idris yang telah memberikan dukungan dalam terhadap pelaksanaan Festival Ciliwung 2. Katanya, kegiatan ini merupakan festival yang kedua yang menghadirkan beragam pertunjukan kearifan lokal.
Misalnya pencak silat Condet, hadroh, mendongeng, belajar membatik, belajar memanah, gambang kromong. “Selain itu, festival ini juga menghadirkan bazar kuliner dan non kuliner serta masih banyak lagi yang lainnya,” tandasnya.

Fahira Idris Anggota DPD RI yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan ucapan terima kasih dan bersyukur, terkhusus Sahabatku Bang Lantur Kodrat Maulana dan seluruh pengurus & Anggota Padepokan Ciliwung,

“Bagi saya Festival Ciliwung yang Ke-2 ini adalah salah satu upaya besar kita untuk kembali membangun sungai, sehingga menjadi ekosistem yang alamiah lagi. Sungai yang sehat, bersih dan menjadi ekosistem yang ramah bagi para satwa. Mimpi kita semua adalah Ciliwung menjadi sungai yang alamiah dan natural”, ujarnya.

Fahira meneruskan, Dalam lintasan sejarah, sungai adalah pusat perabadan. Kita semua tahu, bahwa hampir semua perabadan besar dan maju dalam lintasan sejarah manusia lahir dari ekosistem sungai. Peradaban mesir lahir di tepi sungai nil ; Peradaban Mesopotamia lahir di antara sungai Tigris dan Efrat. Begitu juga peradaban di China dan India pada masa lampau lahir tak jauh dari aliran sungai.

“Begitu juga dengan Sungai Ciliwung. Pertumbuhan kota Jakarta tidak dapat dilepaskan dari peran dan keberadaan Sungai Ciliwung yang membelah kota kita ini. Di sepanjang alirannya Sungai Ciliwung ini inilah denyut aktivitas pertama kota Jakarta yang dulu masih bernama batavia. Bahkan dulu air sungai ciliwung menjadi sumber air bersih dan air minum pada masa itu”, turut Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI dalam Sambutannya.

Fahira menegaskan, Tantangan terberat yang kita hadapi saat ini adalah mengembalikan paradigma bahwa sungai sesungguhnya adalah ekosistem makhluk hidup dan sumber kehidupan warga sekitarnya, bukan tempat pembuangan sampah. Sungai sesungguhnya adalah tempat hidupnya berbagai macam makhluk dan tumbuhnya sebuah perabadan

“Makanya kita harus mendukung visi dan program strategis Pemprov DKI soal naturalisasi sungai. Karena memang membangun kembali ekosistem sungai, bukan dengan memasang semen, beton atau batu, tetapi kita membuat ekosistem biologinya tumbuh yaitu dengan naturalisasi”, ujar Fahira.

Fahira menerangkan, bahwa Banyak yang mengkritik naturalisasi sama saja dengan normalisasi seperti yang dilakukan Gubernur sebelumnya, namun menurut saya normaliasi dan naturalisasi sangat signifikan perbedaan. Bagi saya normalisasi lebih spesifik ke sungainya. Jadi kalau dinormalisasi itu dilebarkan lagi, dikeruk lagi. dinormalkan. Seperti yang dilakukan di Kali Krukut oleh gubernur sebelumnya.

“Naturalisasi lebih kepada usaha untuk mengembalikan sungai dan di lingkungan sekelilingnya kembali seperti semula. Naturalisasi sungai tidak sekadar mengeruk sampah dan lumpur di sungai, tetapi juga melakukan perbaikan-perbaikan di sekeliling sungai. Jika di kiri kanan sungai banyak tanah kosong di manfaatkan untuk kantung-kantung air dan juga dijadikan sebagai ekosistemnya bermain di situ. Jadi ada penghijauan. Atau kiri kanan sungai dibuat sekolah sungai. Pokoknya lebih kepada go-green”, jelas Ketum Bang Japar.

Fahira mengatakan, Jujur sy kagum dengan totalitas teman-teman Komunitas yang sudah menghibahkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk menjaga salah satu ekosistem paling penting di muka bumi ini yaitu sungai dalam hal ini Sungai Ciliwung. Semoga Festival Ciliwung ke 2 ini menjadi momentum bagi kita semua untuk bergerak bersama membangun Ciliwung.

“Sekali lagi selamat untuk Festival Ciliwung 2
Merupakan Peringatan Hari Ciliwung & Pencanangan Percepatan, Penataan & Pengembangan Kawasan Condet sebagai Destinasi Wisata (Pergub No. 881 Tahun 2019)”, tuturnya.

Kemudian Anggota DPD RI tersebut Fahira Idris memberikan Pantunnya,

“1 pantun untuk Bang Lantur dan seluruh pengurus & Anggota Padepokan Ciliwung:

Ke condet beli minyak wangi..
Singgah ke pasar Minggu cari bunga melati..
Kali Ciliwung sungguh berarti..
Ayok kita jaga demi anak cucu nanti..”, tutur Fahira disambut tepuk tangan hadirin.

Selanjutnya kegiatan berlangsung dengan menuliskan harapan diatas sungai, menanam pohon, berkeliling Bazar, Melihat hasil Kaligrafi, dan lukisan Bapak Gubernur Anies Baswedan, serta Ibu Gubernur Ferry Anies Baswedan.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply