Pemprov DKI : Polusi Udara di Jakarta Bisa Ditekan 50-90 % Jika Beralih ke Transportasi Publik

Pemprov DKI : Polusi Udara di Jakarta Bisa Ditekan 50-90 % Jika Beralih ke Transportasi Publik

Jakarta — Diskusi Transportasi Berkelanjutan Jakarta yang bertemakan Jakarta Menuju Transportasi Berkelanjutan di laksanakan di Gedung Juang 45 Jakarta. Hadir dalam Diskusi tersebut diantaranya Dewan Penasehat DPP Sohib Indonesia Mas Chozin Amirullah yang juga TGUPP Gubernur Anies Baswedan, Ketua Umum DPP Sohib Indonesia Siti Mafruroh, hadir juga Mewakili Dirut PT Transjakarta Mas Achmad Izzul Waro, Mewakili Dirut PT MRT Ibu Ratih Mayasari dan Kadis Perhubungan Bapak Syafrin Liputo yang mewakili Bapak Gubernur Anies Baswedan.

Hadir juga para organisasi kemasyarakatan diantaranya Abdi Rakyat, Pendopo Anies Baswedan, Perkumpulan Pengemudi Jakarta Raya, ABI, Penggiat Transportasi, Pemuda Maritim Indonesia, ada juga utusan PKK, FKDM, LMK, Media/Wartawan dan Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) wilayah Jakarta Pusat.

Chozin Amirullah Dewan Penasehat Sohib Indonesia mengatakan dalam sambutannya bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini sedang berjuang menurunkan polusi udara di Jakarta, kami yakin sekali bahwa polusi udara sangat bisa ditekan hingga 50-90% jika warga Jakarta meninggalkan kendaraan pribadinya, dan beralih transportasi publik.

“Transportasi Publik massal tinggal pilih ada Busway/TransJakarta, ada Jaklingko Angkutan kecil ber-AC yang sudah sampai ke kampung-kampung, MRT yang sudah cepat atau berjalan kaki untuk bisa sekaligus berolahraga”, ujar Chozin dalam sambutannya.

Siti Mafruroh Ketum DPP Sohib Indonesia dalam Keterangannya mengatakan Kegiatan Strategis Daerah (KSD) yang dirancang oleh Pemprov DKI Jakarta. Yakni, Pengendalian Pencemaran Udara dan menyusun “Roadmap Jakarta Cleaner Air 2030” tentang Pengendalian Pencemaran Udara dengan 14 Rencana Aksi. Salah satunya adalah pengembangan transportasi umum ramah lingkungan dan penerapan Uji Emisi kendaraan bermotor.

“Adanya persediaan transportasi massal yaitu Transjakarta, MRT dan LRT termasuk dalam roadmap Jakarta Cleaner Air 2030,” ujar Siti dalam Diskusi “Jakarta Menuju Transportasi Berkelanjutan”, Jumat (22/11) di Gedung Juang, Jakarta Pusat.

Hal yang sama diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo. Ia mengatakan kampanye dalam penggunaan transportasi massal juga terus disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Sejak 2 tahun kepemimpinannya diklaim terjadi peningkatan signifikan dalam hal okupansi angkutan massal sejak 2017. Bahkan menggagas transportasi terintegrasi dengan menghadirkan konsep JakLingko dengan satu kali bayar untuk semua moda transportasi. Jaklingko tak hanya mengintegrasikan angkot dan Transjakarta, tapi juga terintegrasi dengan moda transportasi lain berbasis rel, seperti light rail transit (LRT) dan mass rapid transit (MRT),” kata Syafrin.

Syafrin mengatakan Dinas LHK DKI Jakarta, juga mencatat sumber polusi terbesar berasal dari transportasi darat sebesar 75%. Menurutnya tak bisa dipungkiri,  Jakarta sebagai kota metropolitan yang sekaligus juga pusat perekonomian dan perdagangan mengalami permasalahan yang cukup rumit dalam bidang transportasi.

“Tiap hari kerja, kemacetan di DKI Jakarta sangat memprihatinkan. Peningkatan volume kendaraan dan arus lalu lintas yang sangat pesat menuntut pula peningkatan prasarana transportasi. Jika tidak cepat ditanggulangi, maka kemacetan di Jakarta akan semakin parah, Transportasi publik menjadi salah satu cara untuk menekan polusi udara di Jakarta,” terang Syafrin.

Melalui Diskusi “Menuju Jakarta Transportasi Berkelanjutan”, Pemprov DKI setidaknya menegaskan bahwa tuntutan hadirnya transportasi massal harus ditunjang dengan kualitas yang hemat energi serta bebas polusi. “Jakarta dapat memberikan pelayanan transportasi massal yang bebas dari polusi udara dan memberi kenyamanan udara pada warganya,” tutup Syafrin.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply