Rumah Aspirasi Fahira Idris kedatangan Anak Kandung Almarhum Habibana Munzir Bin Fuad Al Musawa yaitu Syarifah Fatimah Musawa dalam Kajian “Mengubah Patah Hati menjadi Motivasi Diri”.
Maret 30, 2018 2399 Views

Rumah Aspirasi Fahira Idris kedatangan Anak Kandung Almarhum Habibana Munzir Bin Fuad Al Musawa yaitu Syarifah Fatimah Musawa dalam Kajian “Mengubah Patah Hati menjadi Motivasi Diri”.

Jakarta – Rumah Aspirasi Fahira Idris (RAFI) hari ini Jum’at, (30/3) kedatangan tamu mulia yaitu anak kandung almarhum Habib Munzir bin Fuad Al Musawa yaitu Syarifah Fatimah Musawa.

RAFI yang menjadi markas komando Bang Japar di Jalan H. Sa’abun No. 20 Jati Padang Pasar Minggu Jakarta Selatan hadir para Akhwat yang akan mengubah Patah Hati menjadi Motivasi Diri.

Anak kandung Sekjen Bang Japar Rahma dan kawan-kawannya dari Komunitas IG @Syiarinspirasi.id hadir untuk mendengarkan sentuhan kebaikan dari putri kandung Habibana Munzir Al Musawa Pemimpin Majelis Rasulullah SAW.

Berikut cerita kegiatan tadi pagi,

Kita boleh berharap,
Tapi letakkan harapan itu ditempat yang seharusnya,
Karna kalau kita naro harapan ditempat yang salah,
Kita akan nyesel dengan harapan itu.

Harapan itu kayak gunung,
Semakin lama ia akan semakin besar,
Bisa gak sih gunung masuk ke hati kita?
Enggak kan.
Justru kalau harapan itu kebanyakan, malah bikin nyesek.

Jadi, kalau kita tau ada pintu yang kalau kita buka pintu itu bakal datengin angin yang kenceng, atau debu, atau api, lebih baik kita tutup supaya kita gak tersakiti
Nah seperti itulah harapan, kl kita tau jika kita meletakkan harapan ditempat itu hanya akan mendatangkan kekecewaan maka lebih baik jangan simpen harapan ditempat itu.

Jadi, gak ada tuh istilahnya ‘PEMBERI HARAPAN PALSU’ karna kita sendiri yang salah dalam menaruh harapan, yang akhirnya berujung kecewa, lalu jadi patah hati.

Hati kita, diri kita, diciptakan buat ibadah.
Ibarat kita kalau lagi sakit, terus dateng ke apotek, tapi di apotek kita gak nemuin obat. Ya buat apa kita ke apotek?
Begitupun hidup, kalau kita diciptakan untuk beribadah, lalu kita hidup tapi gak beribadah, ya untuk apa kita hidup?

Kebahagiaan itu kan datangnya dari ibadah.
Kalau kita gak bahagia, coba liat kita udah ngerasain bahwa Allah ada di hati kita gak?
Selama Allah gak ada di hati kita, ya kita gak akan merasakan bahagia.
Gak ada suatu pun hal akan terjadi kalo Allah gak menghendaki sesuatu itu terjadi.
Periksa ibadah kita, periksa hati kita.
Kalau Allah udah ada dihati kita, pasti kita akan bahagia.

Dan jangan pernah mencari kebahagiaan, karna sejatinya kita udah bahagia.
Kita bangun, nafas, bahagia kan?
Juga jangan jadi sok kuat, karna nyatanya gak kuat, kekuatan bukan milik kita, tapi milik Allah.

Berprasangka baik sama Allah, bisa jadi Allah ambil sesuatu dari kita, karna menurut Allah itu buruk buat kita, dan kelak Allah kasih yang terbaik buat kita.

Jangan anggap jika ada wanita yang meninggal dalam keadaan belum menikah maka ia berdosa, enggak.
Setiap wanita mulia dalam setiap keadaannya, tergantung dari bagaimana cara ia menjaga kemuliaannya.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply