
Jakarta – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama atau (GNPF – Ulama) sejak lahir 2016 sudah satu tahun keberadaan dalam mengawal Islam, Ulama dan Aktivis Islam. Dalam setahun banyak catatan bagi GNPF – Ulama baik secara internal maupun secara eksternal.
Hari Senin, 12/03/2018 GNPF – Ulama menggelar Konferensi pers di Larazeta Restaurant dan Gallery di Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 17 Jakarta Selatan.
Hadir Tokoh-tokoh seperti Ketua Persaudaraan Alumni 212 Ustad. Slamet Ma’arif, KH A. Shobri lubis, KH Abdul Rosyid Abdullah Syafii, Ketua GNPF Ulama HM. Syekh Yusuf Martak, Sekretaris GNPF Ulama KH. M. Al Khaththath, Munarman, Eggi Sudjana, Dra. Hj. Nurdiati Akma, Ustad Asep Syaripudin, Ustad Dr. Haikal Hasan, dari Bang Japar hadir Sekjen Ustad H. Eka Jaya, Musa Marasabessy, KH. Nursasi, Muhammad Hamim, M. Rifki dan Ulama, Habib dan aktivis lainnya.
GNPF-Ulama berencana menyelenggarakan kongres umat islam pada April 2018 di Jakarta. Dalam kongres tersebut, GNPF-Ulama akan menyoroti isu-isu utama yang berkembang di tahun politik yang terkait dengan kepentingan umat islam.
Persatuan umat, penting di jaga di tengah terpaan isu-isu utama yang rentan memecah belah dan tren berita palsu (hoax). Concern kami terutama untuk menjaga spirit GNPF-Ulama yang berhasil mengatasi permasalahan penista agama dan mempersatukan umat.
Berikut siaran Pers GNPF Ulama.
1. GNPF – Ulama memandang perlu untuk mengawal Fatwa ulama secara umum, sehingga nama GNPF MUI berubah menjadi GNPF – Ulama dan bertekad akad tetap istiqomah mengawal fatwa ulama.
2. Untuk mengefektifkan manajemen organisasi, GNPF-Ulama menjadikan kepemimpinan GNPF-Ulama bersifat kolektif kolegial dan secara bergilir melakukan rotasi dan reposis tanpa ada pengurangan jumlah anggota pimpinan GNPF-Ulama, dan malah akan melakukan penambahan jumlah keanggotaan kepemimpinan GNPF-Ulama.
3. GNPF-Ulama juga melihat situasi beberapa bulan terakhir ini, dengan banyaknya ulama dan ustad yang diserang oleh sekelompok “orang gila”, menyerukan agar seluruh laskar islam bersiaga dan meningkatkan kewaspadaan serta secara kongkrit mendampingi para ulama dan ustad agar terhindar dari serangan fisik. Selain itu juga GNPF-Ulama menyerukan kepada laskar islam untuk menangkap dan menggali informasi dari para penyerang tersebut untuk mendapatkan kejelasan motif dan kelompok jahat dibalik skenario ini.
4. GNPF-Ulama mendesak kepada aparat penegak hukum untuk segera bertindak melindungi ulama dan ustad dengan cara membongkar jaringan sindikat penyerang serta melakukan proses hukum dan memberikan penjagaan kepada ulama dan ustad.
5. Terkait dengan tahun politik 2018, GNPF-Ulama menyerukan kepada seluruh umat islam untuk terus menerus melakukan konsolidasi dalam rangka mengamalkan Al Maidah 51 secara umum demi menjaga islam dari serangan musuh-musuh islam.
Demikian pernyataan pers ini, kami sampaikan semoga menjadi maklumat bagi umat islam dan masyarakat pada umumnya.
GNPF-Ulama
Ketua HM. Yusuf Martak
Sekretaris KH. M. Al-Khaththath.







