Fahira Idris dorong Pemprov DKI Jakarta melestarikan budaya, dengan menjadikan Silat Betawi sebagai Mulok atau Ekskul di Sekolah

Jakarta – Lurah Pondok Pinang Kecamatan Kebayoran Lama Jakarta Selatan mengundang Ormas Bang Japar untuk hadir di acara Gebyar Pentas Budaya Betawi dan Milad Beksi Akar Pinang Ke 3.

Ibu Ketua Umum Bang Japar Hj. Fahira Idris, SE., MH yang juga anggota DPD RI hadir bersama Kohan Pondok Pinang, Komcam Kebayoran Lama dan Komwil Jakarta Selatan hadir dalam kegiatan tersebut.

Lokasi kegiatan di Pasar Pondok Indah Pondok Pinang Kebayoran Lama Jakarta Selatan.

Fahira Idris Ketua Umum Bang Japar dan Juga Anggota DPD RI mengungkapkan, rasa Bangga dengan srikandi-srikandi jawara betawi di acara Gebyar Pentas Budaya Betawi dan Milad Bakso Akar Pinang ke-3.

“selain anak laki-laki yang wajib punya keahlian bela diri silat itu, yang perempuan juga perlu ilmu bela diri silat agar bisa mempertahankan dirinya sendiri dari segala tindak kekerasan dan kejahatan”, ujar Fahira.

Fahira mengucapkan Selamat dan sukses untuk sahabat-sahabatku para Jawara Betawi aliran Beksi di acara Gebyar Pentas Budaya Betawi dan Milad Beksi Akar Pinang ke-3.

Fahira mengajak, “Yuk bapak ibu warga DKI Jakarta – yuk mari daftarkan anak-anak anda di perguruan silat yang terdekat dengan rumah masing-masing, yuk lestarikan budaya Betawi kita”, ujar Ketum Bang Japar.

Fahira juga menceritakan, Alhamdulillah jumpa abang saya yang luar biasa, Bang Basir Bustomi, Panglima Komando Brigade 411 dan Tokoh Betawi, Komandan Pendekar Betawi, Bang H. Abu Bakar Sadeli di acara Gebyar Pentas Budaya Betawi dan Milad Beksi Akar Pinang ke-3.

“Tadi di sela-sela acara, kami diskusi tentang perkembangan seni bela diri silat tradisional di Indonesia – semoga silat tradisional bisa dapat perhatian dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten/Kota di masing-masing wilayah”, ujar Fahira.

“saya sendiri sebagai anggota DPDRI dari Provinsi DKI Jakarta akan mendorong agar Pemprov DKI Jakarta bisa menjadikan Bela Diri Silat menjadi salah satu muatan lokal atau salah satu opsi pilihan untuk ekskul di sekolah-sekolah di Jakarta, agar Seni Bela Diri Silat Betawi dapat dilestarikan oleh generasi muda Jakarta”, tutup Fahira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *