Fahira Idris : Pandemi Datang, Sambel Si UDA Muncul, Omset 1.2 Milyar selama 4 bulan

Fahira Idris : Pandemi Datang, Sambel Si UDA Muncul, Omset 1.2 Milyar selama 4 bulan

Fahira Idris : Pandemi Datang, Sambel Si UDA Muncul, Omset 1.2 Milyar selama 4 bulan.
.
Jakarta – Era Pandemi Covid-19 menjadikan Para Pemilik UMKM di Jakarta harus berinovasi dan kreatif, itulah yang dilakukan Doddy Nandra atau yang disapa Rudy Jontor.
.
Pria Asal Kota Padang Panjang Sumatera Barat tempat Kelahirannya yang berusia 45 tahun, saat tinggal di Cikoko Pancoran Jakarta Selatan memulai usaha Sambel Si UDA dari hari pertama Indonesia di nyatakan Pandemi Covid-19.
.
Rudy Jontor menuturkan bahwa awalnya usahanya adalah Warung Makan dengan Menu Ayam, Mie, Bihun dan lain-lain. Kemudian ada warga sekitar, kawan, kerabat, sahabat yang makan di warung kecil saya 2 tahun yang lalu. Setelah itu karena semakin banyak pelanggan maka pindah lokasi yang sedikit luas ke wilayah Pengadegan masih di wilayah Pancoran Jakarta Selatan.

Nah, Mulai disana menu-menu berubah ada Mie Ayam, Bakso dan lainnya.
.
Kemudian tahun berganti, memasuki di 2020, karena masih Kontrak lokasi usahanya, dan sang pemilik kontrakan akan merenovasi Kontrakannya, makanya saya kembali mencari lokasi baru untuk tempat usaha di Cikoko Barat 3 Nomor 10, RT 03/05 Pancoran Jakarta Selatan hingga saat ini.

Alhamdulillah, sekarang disinilah lokasi usaha baru awal tahun 2020. Tidak ada yang mengira bahwa Maret 2020 akan Pandemi Covid-19, dan semakin Takut orang untuk makan diluar, dan Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan Aturan akan para Pelaku UMKM tidak boleh makan dilokasi, dan hanya Pesan Antar untuk kebaikan bersama-sama.
.
Mulailah disana omzet menurun, dan orang jarang makan diluar karena mungkin takut dan sebagainya. Akhirnya muncul Ide untuk mulai Usaha SAMBEL Si UDA dengan modal awal Rp 75.000,- untuk Produksi awal.
.
Pelan-pelan mulai ada yang pesan, tetangga mulai pesan, saya anterin walaupun jalan kaki, dan terus saya Tidak habis-habisnya Promosi mulut ke mulut dan pakai Hp juga bahwa saya punya Produk Baru SAMBEL Si UDA.
.
Kemudian saya di Motivasi oleh Ibu Fahira Idris Anggota DPD RI dan Ketua Umum Bang Japar untuk naik kelas dengan Izin-izin usahanya seperti IUMK, dan lainnya dengan niatan mau Bangkit, Maju dan Naik Kelas.
.
Mulailah berkenalan dengan Jakprenuer Kecamatan Pancoran, bermodalkan Nasihat Ibu Fahira Idris Anggota DPD RI, pada akhirnya Sambel Si UDA diterima dan menjadi Binaan UMKM di Pancoran. Mulai deh ikut pelatihan, mulai kenalan dengan Bapak Camat Pancoran dan Ormas Bang Japar pimpinan Ibu Fahira Idris, dan selanjutnya terus tak bosan untuk Saya Promosikan bahwa saya punya SAMBEL Si UDA.
.
Alhamdulillah, skrng sudah 36 Reseller yang terus menerus memesan, karena hanya Beli 3 Lusin saya Gratiskan Ongkos Kirim Jabodetabek, dan Pembelian dibawah 3 lusin bisa ambil sendiri di Cikoko.
.
Sekarang SAMBEL Si UDA udah sampai Singapura, Dubai, Arab Saudi, dan beberapa di luar DKI Jakarta, alhamdulillah, Syukur pada Allah SWT, kemarin juga dari Pemerintah didorong ibu Fahira Idris dapat bantuan UMKM terdampak Pandemi Covid-19 sebesar Rp 2.4 Juta sekali saja.
.
Rudi Jontor menjelaskan bahwa sekarang 1 hari sudah 60 kg Cabe yang dibeli di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Timur setiap hari, dan tidak kurang dari 300 Botol dalam 1 hari produksi dan habis terjual, dengan di bandrol harga perbotol Rp 35.000,- untuk semua jenis SAMBEL Si UDA. Ada juga banyak Varian dari Cumi, Teri, Peda, Udang, Jambal, Gabus dengan sambal Hijau dan Merah Favoritenya untuk ukuran 180 gram.
.
Kawan-kawan bisa menghitung Omzet SAMBEL Si UDA dengan 300 botol per hari x Rp 35.000,- = Rp 10.500.000,-/ hari.
Kalau 1 bulan (Rp 315.000.000,-) dan sudah 4 bulan konsisten Rp 1.260.000.000,-

Wow bukan, liat sekali lagi, 1.2 Milyar selama Pandemi meningkat Pesat. Ini baru SAMBEL Si UDA, belum Ayam POP, Mie dan Makanan Ayam Jontor lainnya yang masih Produksi untuk Nasi Kotak, Nasi Box dan lainnya.
.
Fahira Idris Anggota DPD RI yang Peduli terhadap nasib Para UMKM kali ini bersuara bahwa Sangat Bangga dan Bahagia, mendengar Lonjakan Pesat dari SAMBEL Si UDA yang saya tau persis awal dan mulainnya karena ikut memotivasi Bang Rudy Jontor,
.
“Dengan jiwa yang Pantang menyerah dan Konsisten inilah yang membuat Bang Rudy dengan SAMBEL Si UDA nya mulai terlihat hasilnya. Melihat peluang dimasa Pandemi Covid-19 dan kebutuhan akan makanan pelengkap yaitu SAMBEL membuat Inovasi yang Hebat dari Bang Rudy, beliau tau warga Bangsa Indonesia suka Sambel sebagai Pelengkap Tambahan untuk Makanan, ide itulah yang di tangkap dan di jadikan Peluang Usaha”, ujar Fahira Idris.
.
“Saya bangga dan yakin semua para UMKM bisa naik kelas seperti Bang Rudy dan Sambel Si UDA nya, asal mau belajar dan terbuka ilmunya untuk saling berbagi Pengalaman, berbagi Cita Rasa dan lainnya”, tambah Fahira Idris.
.
Ayo semua Pelaku UMKM, saya memotivasi semuanya, jangan ragu untuk berinovasi, berkreasi dan naik kelas untuk Usaha yang para Sahabat telah geluti dan tekuti, agar semakin berkembang dan naik kelas bersama-sama. Jika nantinya belum Punya izin Usaha, bisa ke Kelurahan, Kecamatan untuk membuat IUMK, dan Ikuti Program Pemerintah dengan Jakprenuer untuk peningkatan UMKM kita agar naik kelas dengan mengikuti semua Program Pemerintah yang ada, saya siap membantu untuk Naik Kelas UMKM Warga Jakarta, tutup Fahira Idris.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply